Kapan menikah?
Itu pertanyaan yang wajar ditanyakan ketika kita memasuki usia dewasa.
Awalnya, pertanyaan itu mungkin terdengar tak ramah ditelinga dan seringkali membuat kita tergoda untuk segera menikah.
Padahal nyatanya, menikah bukan tentang siapa cepat tapi tentang siapa dan kapan waktu yang tepat.
Setiap orang pasti mendambakan pasangan yang sempurna. Tapi, tidak ada manusia yang sempurna. Itulah mengapa, menikah bukan hal yang bisa dianggap enteng (bukan yang penting nikah). Tapi, tentang sanggupkah kamu menerima segala kekurangan dan kelebihan pasanganmu kelak? karena sifat dan sikap asli seseorang hanya akan tampak jelas ketika menikah. Bahkan modal saling mencintaipun tak cukup jika kamu mengatakan bahwa kamu sangat mengenal pasangan satu sama lain sebelum menikah dan masih banyak lagi.
Itulah yang kupikirkan. Meskipun, aku memilih jujur pada perasaanku. Hal itu tidak menjamin bahwa aku benar-benar mengenalnya. Oleh karena itu, aku berani mencintai tapi tidak berani untuk memiliki karena aku merasa tidak cukup kuat dari segi mental. Mungkin ini yang membuatku mencintai tapi buatku tenang (bisa dicoba dengan mengubah mindset)
Mencintai itu mudah sangat mudah, tapi untuk menjaga dan mempertahankan itu akan jadi perjalanan seumur hidup. Oleh karena itu, aku katakan bahwa menikah dengan modal cinta tidak akan cukup dalam kehidupan rumah tangga.
Ngereng Eyatore Akomentar